Jumat, 10 Februari 2012

Pesawat dan Presiden

Ditulis oleh : Muhammad Mabrudy


Lagi-lagi Indonesia dihebohkan dengan berita yang mengundang banyak kontroversi, entah karena apakah Orang Indonesia yang sangat suka melakukan hal-hal yang sangat kontroversi atau mungkin ini hanya karena ulah media-media di Indonesia yang terlalu menghebohkan suatu kejadian. Setelah ulah anggota banggar yang membelanjakan anggaran negara untuk ruangan banggar yang sangat luar biasa mewah terutama bagi orang yang tidak mampu, kali ini seorang presiden yang membelanjakan anggaran negara untuk pesawat kepresidenan tipe 737-800 Boeing Business Jet 2 buatan Amerika Serikat.

Salah seorang sahabat atau mungkin lebih tepatnya kakak saya di kosan berkata : saya sangat sepakat bila presiden kita membeli pesawat karena seorang pimpinan negara apalagi sekelas Indonesia, negara yang luas harus bisa tampil setara dengan negara-negara di luar, seorang pimpinan negara Indonesia jangan pernah disepelekan dihadapan megara lain. Berbeda dengan sahabat kosan yang lain beliau mati-matian menyayangkan sikap presidan kita ini, selain karena pemborosan anggaran tapi ini merupakan salah satu bentuk ketidak pedulian presiden terhadap kondisi masyarakat Indonesia.


Terlepas dari berdebatan diatas, satu hal mungkin yang akan disepakati oleh semua orang adalah tentang pesawat yang dibeliyang merupakan  pesawat tipe 737-800 Boeing Business Jet 2 buatan Amerika Serikat. Padahal PT Dirgantara Indonesia sendiri salah satu perusahaan BUMN milik negara telah mampu merancang sebuah pesawat CN 235 yang telah dipakai banyak negara diantaranya Malayasia, Brunai, UEA dan negara-negara lain, walaupun pesawat ini adalah buah kerja sama kita dengan Spanyol tetapi setidaknya inilah pesawat buatan Indonesia. Seorang ahli berpendapat bahwa jika pemerintah membeli pesawat dari PT DI maka sebenarnya presiden sedang meningkatkan pendapatan negara karena PT DI merupakan salah satu BUMN apalagi dengan menggunakan pesawat CN 235 berarti presiden turut serta mempromosikan dan mengiklankan produk Indonesia, uang negara pun tidak akan keluar tapi justru berputar dan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan negara lagi.

Salah satu alasan mengapa Indonesia membeli pesawat katanya adalah untuk menghemat anggaran negara karena setiap tahunnya biaya sewa pesawat untuk perjalanan kepresidenan terus naik, namun hal ini tidak akan menjadi alasan bila presidan kita bersikap seprti Pimpinan Cina yang tidak mau menaiki pesewat sewaan, dia lebih memilih untuk naik pesawat umum saja atau mungkin bila dibandingkan dengan salah satu mentrinya Pa Dahlan Iskan, saya hawatir pa presiden akan menjadi sangat malu.

Di balik semua kejadian selalu ada hikmahnya, begitu juga dalam pesawat kepresidenan ini. Seorang pemimpin harus bisa menjadi teladan ketika dia berkata cintailah produk Indonesia itu tidak cukup, tetapi dengan memakai produk Indonesia dia tidak perlu berkata cintailah produk Indonesia, karena kerja nyata lebih bermakana dari sekedar ucapan cinta. Seorang presiden juga adalah manusia yang pasti punya salah dan lupa, mungkin ini salah satu kehilapannya, mari kita jadikan ini sebuah pelajaran yang sangat berarti karena pengalaman adalah guru yang paling sempurna hanya bagi yang mengambil hikmah di dalamnya.

Begitu mudahnya mengkritik seorang presiden, begitu mudah pula kita menyalahkan dan kecewa kepadanya, tetapi jangan pernah abaikan juga bahwa kita adalah pemimpin juga, pemimpin di organisasi, pemimpin di keluarga pemimpin bagi diri sendiri minimalnya. Mari kita selalu berfikir positif, mari kita selalu mengambil hikmah dari sebuah kejadian, mengambil nilai positif dari untaian peristiwa negatif, karena kita manusia, karena kita juga akan menjadi pemimpin.
Wallahu A'lam
Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar