Senin, 06 Juni 2016

Ramadhan, Bulan Perjuangan

Ditulis oleh : Muhammad Mabrudy

Malam ini adalah malam kedua di bulan ramadhan, ibadah shaum pertama telah kita laksanakan dan buka shaum perdana pun telah kita lalui. Tentunya di hari pertama bulan ramadhan ini kita menemukan banyak aktivitas yang berbeda dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain. Hal yang berbeda ini ada yang menuju ke arah positif namun ternyata ada juga perubahan sosial yang menuju ke arah yang negatif. 

Salah satu perbedaan yang sering muncul beberapa tahun ke belakang adalah dengan diliburkannya aktivitas kerja ataupun belajar di hari pertama bulan ramadhan. Mungkin maksud dari diliburkan aktiviats itu adalah untuk menghormati datangnya bulan ramadhan tapi ternyata momentum ini dimanfaatkan berbeda oleh beberapa orang tertentu untuk hanya sekedar bermalas-malasan sebelum melanjutkan aktivitas di hari berikutnya.
Padahal perjuangan ramadhan bukanlah hanya sekedar perjuangan menahan lapar dan dahaga semata, perjuangan ramadhan bukan hanya perjuangan untuk tidak makan dan minum, perjuangan ramadhan bukan hanya perjuangan untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat membatalkan ibaddah shaum. Karena ternyata beberapa saudara kita bahkan melakukan perjuangan itu setiap hari dan setiap waktu, bukan hanya karna mau tapi karna apa daya mereka tidak mampu. 

Sehingga oleh karena itu mari kita singsingkan lengan kita, kuat ikat pinggang kita bukan hanya sekedar untuk mengejar nilai pahala yang dilipatkan gandakan Allah untuk ibadah-ibadah di bulan ramadhan, tapi mari kita juga hilangkan rintangan dan kemalasan untuk terus bekerja dan beraktivitas sebagaimana rosul dan para sahabat pun terus berperang memperjuangkan islam ketika bulan ramadhan, sebagaimana para pahlawan bangsa kita pun terus berjuanag merebut kemerdekaan ketika bulan ramadhan tanpa menyalahkan haus dahaga tanpa mengkambinghitamkan rasa lapar.


Jika saat ini kita tidak sedang berperang maka marilah kita berjuang menggapai cita-cita kita, menggorehkan catatan indah kisah hidup kita, membuat sebuah karya, tentunya bukan hanya untuk kita, tapi tentunya untuk masyarakat dan kejayaan umat islam. Perjalanan kita masih panjang, maka mari berjuang, mari berkarya di bulan yang penuh hikmah ini. 

Wallahu a’lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar