Minggu, 18 Desember 2011

Mencintainya, Bukan Merendahkannya


Ditulis oleh : Muhammad Mabrudy

Berbicara tentang cinta tak akan pernah ada habisnya terlalu banyak kata-kata indah untuk menggambarkan perasaan cinta, terlalu banyak kalimat-kalimat romantic yang selalu membicarakannya apalagi cinta sesama manusia yang selalu menjadi bahan pembicaraan bagi para remaja tingkat akhir juga mungkin mahasiswa tingkat akhir yang tidak lama lagi akan meresmikan ikatan mereka dalam sebuah ikatan yang disebut dengan pernikahan, mereka membicarakan cinta, mengungkapkan cinta, berbuat sesuatu dengan berdasarkan cinta, seolah-olah merekalah yang paling faham tentangnya padahal mereka juga sebenarnya belum memahami sepenuhnya.

Mungkin begitu juga yang dilakukan oleh penulis seakan dialah yang paling mengetahui tentangnyaa, padahal dia sama saja dengan orang-orang seusianya. Namun mudah-mudahan beginilah caranya untuk menjauhkan hal-hal yang “buruk” dari sebuah kata yang terdiri dari lima huruf tersebut (cinta) yaitu dengan menulis.

Berhubungan dan berintaksi adalah sebuah keharusan bagi seorang manusia yang merupakan makhluk sosial, berhubungn dan berinteraksi tidak bisa dibatasi hanya kepada satu jenis saja, berhubungan dan berinteraksi dengan lawan jenis merupakan hal yang wajar dan tidak bisa dihindari oleh semua manusia. Saling menolong, saling bertanya, saling memberi motivasi merupakan bagian kecil dari sebuah hubungan antar manusia. Bila ke3 hubungan ini sering kita lakukan sesama kita maka itu merupakan salah satu buah dari ukhuwah namun beda halny bila kita hanya melakukan itu kepada seseorang saja secara terus menerus apalagi kepada seorang lawan jenis yang bukan muhrimnya, maka selanjutnya akan ada hal-hal tidak terduga akan terjadi kepada mereka berdua, kadang orang sering menyebut mereka sedang jatuh cinta dan memang begitu katanya orang yang sedang jatuh cinta selalu iangin melakukan hal-hal tersebut.

Ini merupakan suatu masalah yang harus diselesakan dengan cepat yaitu segeralah menikah karena kalau tidak perbuatan-perbuatan kecil ini makin lama makin menumpuk, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Pada kondis yang sudah berkepanjangan maka kedua orang itu bukas sedang saling mencintai tapi mereka sedang saling merendahkan, kenapa? Karena pada kondisi itu mereka akan banyak mengotori hati-hati mereka, pada kondisi itu rasa ikhlas mereka akan mulai digerogoti oleh rasa ingin lebih dicintai pasangannya, bahkan mungkin hal yang paling membahayakan adalah ketika ternyata rasa cinta itu tumbuh semakin besar tetapi akad pernikahan antara keduanya tidak pernah dilakukan karena mereka melakukan akad pernikahan dengan pasangan mereka yang lain. Jadi pada kondisi ini ketika mereka terlalu sering melakukan hubungan sebenarnya mereka tidak saling mencintai tetapi mereka sedang merendahkan diri mereka satu sama lain, mereka juga sedang merendahkan lawan jenins mereka.

Lalu apa yang harus dilakukan ketika merek belum siap untuk menikah,? baik karena faktor usia ataupun faktor yang lainnya. Tidak ada hal lain yang dapat mereka lakukan selai meminimalisir hubungan antara keduanya, tidak usah berlebihan tetapi selalu tetap menjaga niat. Memang hal ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan tetapi dengan banyak berdo’a, dengan banya mendekatkan diri kepada Allah, dengan banyak mentadaburi tentang hakikat dari cinta itu sendiri, maka dengan izin Allah kita akan mendapatkan sesuatu yang terbaik baik bagi diri kita ataupun bagi pasangan yang kita inginkan,

Mungkin yang ditulis oleh penulis ini hanyalah sebuah teori yang sulit untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, yang bahkan penulis sendiri sangat sulit untuk mengaplikasikannya. Namun ilmuan yang sukses sekali pun akan selalu berfikir hal ini memeng sulit dikerjakan tapi mungkin dikerjakan.

Jika kau belum siap sekarang janganlah bermain api, karena api itu membakar
Jika kau belum siap sekarang, maka janganlah bermain cinta, karena cinta itu tajam
Api yang merupakan sumber kehidupan dapat berubah menjadi sumber bencana
Cinta yang merupakan sumber kebahagian dapat berubah menjadi sumber bencana
Jika kau belum siap sekarang janganla pernah mencintainya
Jika kau mencintainya sekarang, kau sedang merendahakannya sekarang
Jika kau mencntainya sekarang, kau sedang merendahkan diri sendiri

Wallahu a’lam
Semoga bermanfa’at.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar