Minggu, 18 Desember 2011

Renungan bagi para Guru dan Calon Guru


Dtulis oleh : Muhammad Mabrudy

Kalimantan; Merupakan salah satu dari 5 pulau terbesar di Indonesia, ini adalah kisah hidup saya ketika pergi menginjakan kaki di sana, di sana kehidupan menjadi seorang guru merupakan sebuah tantangan yang luar bisaa. Kisah ini haruslah menjadi renungan bagi para calon guru yang sangat meninginkan tuk menjadi PNS, juga kepada para pekerja atau PNS yang mendapatkan penghasilan pas-pasan. Tahukah kalian nan jauh di plosok sana banyak sekali guru yang bekerja tanpa mengenal gajian, guru yang mengajar dengan sarana seadanya, guru yang mendidik siswa dengan fasilitas yang minim berikut beberapa kisahnya : 

Pertama seorang laki-laki yang mulai dipekerjakan sejak tahun 90an di pulau Kalimantan, pertama kami mengenalnya adalah untuk kebutuhan kunjungan ke salah satu sekolah satu atap di sana. Pertama kali kami bertemu adalah malam hari, tepat setelah beliau pulang dari ibu kota kaltim Samarinda, awalnya kami pikir mungkin kita akan bertemu besok saja karena selain waktu sudah malam, mungkin beliu juga sangat kecapaian karena perjalanan dari Samarinda bukanlah perjalanan yang singkat, tetapi di sela kecapeannya beliau masi sempat menyisihkan waktunya untuk menyambut 2 orang tamu di penginapan sederhana dekat rumahnya, itulah rasa kagum pertama kami kepadanya. 

Keesokan harinya kami di antar dengan menggunakan motor bersama rekannya seharian mengunjungi 2 sekolah di Kutai Barat yang jaraknya sangat tidak terduka apalagi kalo hujan melanda, akses ke sekolah tersebut tidak bisa dilakukan sama sekali, di tengah perjalanan kami mulai berbincang dengannya terutama tentang perjuangannya ketika merintis sekolah-sekolah di Kubar, saat itu perjalanan dari kubar ke ibu kota bisa sampai menempuh waktu 3 hari, tetapi yang menjadi luar bisaa dia masih bertahan sampai saat ini tentunya dengan mengemban permasalahan-permasalahan pendidikan di daerah. Dengan penghasilannya perbulan rasanya tidak mungkin baginya tuk hidup di Kalimantan dengan biaya hidup yang sangat tinggi tapi Allah tidak pernah membiarkan hambaNya yang berbuat baik sehingga dengan skill yang dimilikinya dia masih bisa berjuang untuk pendidikan dan memberikan berbagai macam inspirasi bagi para kaum muda. 

Ada lagi cerita lain tentang guru-guru di pedalaman Kalimantan, di zaman yang serba modern ini mungkin pahlawan tanpa tanda jasa sangatlah pantas bagi mereka melebihi para guru di perkotaan, bagaimana tidak gara-gara “keterlambatan” bantuan atau bahkan “keteledoran” para pejabat dan orang-orang yang tidak bertanggung jawab mereka harus tetap mengajar siswa tanpa digajih sama sekali. Sekali lagi Allah tidak membiarkan hambaNya yang berbuat baik menderita, buktinya semenjak sekolah-sekolah itu berdiri sampai dengan saat kami berkunjung, para guru dan orang-orang yang selalu berjuang untuk orang lain masih bisa bertahan hidup dan merasakan ni’mat yang ada walaupun pada hakikatnya mereka juga tidak pernah lepas dari sebuah kata yang disebut “penderitaan”

Memang segala sesuatu butuh uang, tetapi uang bukanlah segalanya, mereka di Kalimantan sana adalah orang-orang yang tidak pernah lepas dari sebuah “pengorbanan”, tetapi dengan pengorbanannya mereka telah membantu banyak orang dengan pengorbananya pula mereka telah memberikan kita banyak pelajaran. Seorang guru akan mendapatkan “upah” dari apa yang merka lakukan baik berupa uang ataupun hal yang lain, tapi tujuan seorang guru bukanlah “upah” tersebut ataupun proyek-proyek yang mampu menghasilkan lembaran-lembaran rupiah, tujuan utama guru adalah untuk mendidik bangsa, untuk menghasilkan generasi penerus bangsa, untuk menjadikan bangsa ini lebih baik lagi.

Salam kepada guru-guru di Kalmantan, terima kash telah memberikan banyak pelajaran kepada kami. Do’akan semoga kami mampu melakukan hal terbiak untuk membuat umat ini bisa menjadi lebih baik lagi.
Wallahu a’lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar