Rabu, 26 Oktober 2011

Ujian dan Kejujuran

dituls oleh : Muhammad Mabrudy

Kejujuran itulah kata-kata yang paling mudah diucapkan dan dipinta tapi sangat sulit sekali untuk dilaksanakan, apalagi kalo tidak pernah mencobanya sama sekali. Guru saya pernah berkata ujian sebenarnya bukan untuk menentukan jawaban benar atau salah bukan pula sekedar lulus dari mata pelajaran atau mata kuliah, tapi ujian adalah melatih untuk berbuat jujur serta memupuk jiwa kejujuran. Terima kasih kepada dosen tercinta saya yang telah mengingatkan hari ini tentang hakikat dari ujian, walaupun saat itu saya hanya bermaksud untuk bertanya hal yang sangat sepele sekali. 

Bangsa kita adalah bangsa yang korup. Sebenarnya sejak kapan anank-anak di negeri ini dilatih untuk berbuat korup dan curang? Tidak dapat dipungkiri lagi, hal ini dimulai saat ujian, UTS, UAS, ulangan harian UAN dan ujian-ujian lainnya yang sejenis. Ada beberapa orang yang berpendapat "tidak apa-apa kalo bekerja sama dalam ujian terutama dalam UAN karena kita berada dalam kondisi terdesak, sebenarnya kita bisa tapi karena kondisi menuntut kita maka dilakukanlah kegiatan mencontek dan kegiatan-kegiatan tidak jujur lainnya", hal ini pula yang akan menjadi alasan mereka kelak ketika akan korupsi uang-uang rakyat, "tidak apa-apa mungkin kali ini saja, soalnya lagi butuh banget, toh tidak seberapa juga" Setiap kali akan korupsi alasan desakan kebutuhan hidup menjadi alasan utama untuk melakukan kegiatan kotor itu.

Ujian pada pembelajaran sebenarnya tidak hanya ingin mengetahui siswa bisa atau tidak memecahkan masalah yang kita berikan, ujian juga sebenarnya berasumsi bahwa semua siswa/mahasiswa itu sebenarnya bisa menyelesaikan masalah yang diberikan tapi bagaimana kalo mereka harus menyelesaikannya dengan kondisi yang dibuat "seolah-olah" tidak nyaman, diawasi oleh guru/dosen yang "galak sehingga membuat siswa tegang, dibatasi waktu sehingga terasa terburu-buru. Dengan kondisi yang dibuat ini apakah siswa dapat menyelesaikan permasalahan yang ada? kenapa hal seperti ini perlu? Karena dalam menyelasaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari kita tidak akan pernah lepas dari yang namanya "tekanan" baik berupa tuntutanm deadline dan lai-lai

Selain itu juga ujian melatih jiwa kejujuran siswa seperti yang sudah dijelaskan di atas, apakah setelah mereka merasa tidak mampu dengan kemampuan yang mereka miliki, mereka akan melakukan hal-hal yang merugikan orang lain untuk menutupi kelemahan diri sendiri. Hakikatnya ketika ada siswa yang melakukan ketidakjujuran mereka telah benar-benar merugikan orang lain. Orang lain harus belajara siang dan malam untuk menjwab soal sedangkan dia hanya memerlukan sedikit kelicikan untuk menjawabnya.

Marilah kita sama-sama meresapi kembali makna sesungguhnya dari ujian, ujian bukan hanya persoalan nilai belaka, ujian bukan hanya persoalan lulus atau tidak lulus, tapi ujian merupakan wahana bagaimana memepertahnkan prinsip kehidupan, ujian meupakan cerminan sikap dan kepribadian diri kita. Penuli bukanlah orang yang sempurna tapi marilah kita saling mengingatkan.

Terakhir ditutup dengan kutipan dari salah seorang dosen : 
"Suatu saat kau akan menyesal dengan nilai A yang telah kau dapat, dan suatu saat kau akan bangga dengan nila D yang kau peroleh"
Sekian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar